Sepertidalam hadist berikut ini: "Surga merindukan empat golongan; Orang yang membaca Al-Quran, Menjaga lisan (Ucapan), Memberi makan orang lapar, Puasa di bulan Romadlon." Bisa kita cermati, bahwa empat orang yang dirindukan surga adalah: 1️⃣Pertama adalah orang yang membaca Al-Qur'an. Tentu saja cakupan membaca Al-Qur'an ini

Inilah Hadis tentang Orang yang Dirindukan Surga 122 Oleh Siti Ropiah Pada artikel yang lalu, sampaikan tentang hadis palsu terkait orang yang dirindukan surga, yaitu الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ "Empat orang yang dirindukan surga, pembaca Al Qur'an, orang yang mengekang lisannya, orang yang gemar memberi makan orang lapar dan orang yang berpuasa". Telah kupaparkan dalam artikel tanggal 10 Mei 2020 yang beejudul "Benarkan Hadis tentang Empat Orang yang Dirindukan Surga" bahwa aku akan membahas hadis yang benar-benar hadis bukan hadis palsu terkait orang yang dirindukan surga. Sebagaimana diketahui terdapat beberapa orang yang dirindukan surga di antaranya Pertama, pembaca Al Qur'an. Karena banyak sekali keutamaan alquran, di antaranya sebagai syafaat, rahmat dan pahala yang rahmat. Sebagai syafaat, Al Qur'an menolong orang yang membacanya hingga terlepas dari jerat neraka dan memasuki surga. عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ؛ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِصَاحِبِهِ "Bacalah Al-Qur’an. Sebab, ia akan datang memberikan syafaat pada hari Kiamat kepada pemilik pembaca, pengamal-nya,” Lihat Maktabah Syamilah, Sahih Muslim, juz. 1, مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَاسْتَظْهَرَهُ، فَأَحَلَّ حَلالَهُ وَحَرَّمَ حَرَامَهُ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ بِهِ الْجَنَّةَ، وَشَفَّعَهُ فِي عَشْرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، كُلُّهُمْ قَدْ وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ. "Barangsiapa yang membaca al-Qur’an dan menampakkannya dengan menghalalkan apa yang dihalalkan al-Qur’an dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah akan masukkan orang tersebut ke dalam surga dan diberi hak untuk memberi syafa’at/pertolongan kepada sepuluh orang karabatnya yang semuanya sudah ditentukan masuk ke dalam neraka". HR. Turmudzi. Lihat Maktabah Syamilah, Sunan At Turmudzi, hlm. 21, Berdasarkan dua hadis di atas, bahwa ketika Alquran berfungsi sebagai syafa'at, maka akan menjadi penolong bagi pembacanya yang akan membawanya pada surga. Bahkan dalam hadis yang kedua, jelas diungkapkan bahwa pembaca Alquran akan dimasukan Allah ke dalam surga. Walau hadis ini berstatus dhaif, namun masih hadis namanya dan dikuatkan dengan hadis pertama. Dalam Al Qur'an terdapat pahala yang banyak bagi pembacanya. Pahala menyebabkan seseorang dapat memasuki surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah Al-Qur’an, maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” HR. At-Tirmidzi. Lihat Maktabah Syamilah, Sunan At Turmudzi, Kedua, orang yang menjaga lisannya. Karenanya dia terlepas dari menyakiti orang lain. Sebagaimana sabda Nabi SAW من يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة “Barangsiapa yang mampu menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya lisan dan apa yang ada di antara kedua kakinya kemaluan aku akan menjamin baginya surga.” HR. Bukhari. Lihat Maktabah Syamilah, Sahih Al Bukhari, juz. 8, Ketiga, pemberi makan orang yang lapar. Sebagaimana diungkap dalam hadis Nabi SAW يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ . "Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan sejahtera.”HR. Ahmad. Lihat Maktabah Syamilah, Musnad Ahmad, Lihat pula Mushanif Ibnu Abi Syaibah, Lihat pula Sunan Ad Darimi, Keempat, orang yang berpuasa إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ “Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” HR. Bukhari. Lihat Maktabah Syamilah, Sahih Al Bukhari, juz. 3, Lihat pula Sahih Muslim, Lihat pula Sahih Ibnu Hibban, hlm. 208, Demikian, hadis terkait orang yang dirindukan surga atau yang ditunggu untuk memasuki surga. Berdasarkan hadis di atas, orang atau golongan yang layak masuk surga tidak hanya empat orang atau golongan. Sejatinya Jangan Salah Menggunakan Hadis dengan Hadis Palsu. Salam Perindu Literasi Gurfati Jannati. Cikarang, 15 Mei 2020. Pukul WIB

DalamKitab Raunaqul Majalis disebutkan ada empat golongan manusia yang dirindukan surga , yaitu: 1. Taalil-Qur'ani (orang yang senantiasa membaca Al-Qur'an ). 2. Wa haafizhul-Lisan (orang yang memelihara lisannya). 3. Wa muth'imul-ji'aan (orang yang memberi makan orang kelaparan). 4.
Tiap umat Islam tentu mendambakan kehidupan akhirat yang penuh dengan nikmat surga. Kamus Besar Bahasa Indonesia bahkan menjelaskan bahwa surga adalah alam akhirat yang membahagiakan roh manusia yang hendak tinggal di dalamnya. Artinya, keberadaan surga memang menjamin kehidupan siapapun yang tinggal di dalamnya untuk mendapat kebahagiaan yang banyak riwayat yang membahas tentang surga. Mulai dari jenis-jenis surga, isi surga, hingga golongan yang dapat masuk surga. Namun ternyata yang lebih utama, ada empat golongan yang dirindukan surga. Hal ini berdasarkan sebuah hadits nabi yang diriwayaykan Ibnu Abbas RAالْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ .رواه أبوداود والترمذي عن ابن عباسSurga itu merindukan kepada 4 golongan orang yang membaca Al Quran, orang yang menjaga lidah, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa pada bulan hadits di atas, golongan pertama yang dirindukan surga adalah orang yang gemar membaca Al-Qur’an. Dalam hal ini yang dimaksud adalah orang-orang yang bukan hanya gemar membaca Al-Qur’an saat bulan Ramadan tiba, tetapi benar-benar menghabiskan banyak waktunya untuk melantunkan ayat-ayat Allah. Kelompok ini selalu mengisi hidupnya dengan firman Allah, sehingga dalam kehidupannya pun kental dengan pedoman Al-Qur’an yang otomatis menghindarkan ia dari segala hal kedua adalah orang-orang yang menjaga lisan. Seperti yang kita tahu, lisan adalah salag satu anggota tubuh yang merupakan nikmat tetapi juga dapat menjadi bumerang jika kita tidak dapat menjaganya. Berdasarkan fungsinya, lisan berguna untuk menyampaikan berbagai macam hal. Tak hanya informasi, tetapi juga pertanyaan, prasangka, bahkan jika tak dijaga juga dapat membuat kita menyampaikan fitnah. Adanya banyak fungsi tersebut mengharuskan kita betul-betul menjaga lisan, supaya tidak kita gunakan untuk melakukan hal yang tak baik. Jika kita menggunakan lisan untuk ghibah hingga menyampaikan fitnah, artinya kita makin banyak menghabiskan waktu tuk menggunakannya melakukan hal tak baik. Itu berarti juga kita akan makin jauh dari ketiga adalah orang yang memberi makan orang yang kelaparan. Makan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Bayangkan jika ada orang yang tidak mendapatkan nikmat untuk makan, betapa kurang hidupnya. Karenanya, kita perlu sadar bahwa kesempatan membantu sesama juga dapat dilakukan dengan memberi makan pada golongan tersebut. Dengan melakukannya, kita telah punya andil untuk menyelamatkan keberlangsungan terakhir adalah orang yang berpuasa di bulan Ramadan. Puasa di bulan Ramadan merupakan rukun Islam yang berarti wajib dilaksanakan oleh seluruh Muslim. Ternyata ibadah tersebut tak sekadar kewajiban, tetapi juga dapat mengantarkan kita tuk masuk dalam golongan yang dirindukan surga. Alhusnahmengupas tentang hadits riwayat Abu Daud dan Tirmizi "Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al Quran, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadhan." (HR. Selain dirindukan oleh surga, orang yang rajin membaca Al Quran hatinya akan menjadi tenang. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ada empat golongan manusia yang dirindukan surga karena kegiatannya dalam kehidupan di dunia. Antara lain dengan berpuasa Ramadhan, menjadikan seseorang dirindukan surga. Dari bekal puasa itu, telah menuntun manusia menjadi jujur, sabar, takwa, berjalan di jalur kebaikan. Dan jalur kebaikan itulah yang menuju ke surga. KH Syamsul Falah dari Ketanggungan Brebes menjelaskan, mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan tidak hanya dihadiahi berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah saja. Namun Allah juga menjanjikan kepada orang yang berpuasa, terbebas dari panas api neraka. Mereka yang berpuasa dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qira’at, dan khalwat serta ibadah apapun dengan hanya mengharap ridha-Nya. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” HR. Bukhari Muslim Kedua, golongan yang dirindukan oleh surga ialah mereka yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi umat manusia. Bahkan begitu besarnya pahala orang yang membaca Al-Qur’an, sehingga setiap huruf yang dibaca Allah akan membalasnya dengan 10 kebaikan. Ketiga, mereka yang selalu menjaga lidahnya. Lidah memang merupakan bagian tubuh yang tidak bertulang akan tetapi ia lebih tajam dari sebilah pedang. Bahkan ada dampak sangat luar biasa yang bisa ditimbulkan oleh lidah, seperti bisa menyebabkan pertengkaran antar suami istri, antarkelompok bahkan antarbangsa. “Orang yang mampu menjaga lidahnya, tidak akan menyakiti orang lain dengan bahasa yang digunakan akan dirindukan surga. Dan keempat, golongan yang dirindukan surga adalah pemberi makan orang yang kelaparan. Allah SWT adalah Dzat Maha Pengasih dan Penyayang yang memberikan balasan atas sekecil apapun amalan kebaikan yang dilakukan oleh umat-Nya.

Berikut4 ciri wanita yang dirindukan syurga yang tertuang dalam sebuah hadits. Nabi SAW bersabda; Empat ciri wanita yang berada di surga dan empat ciri wanita yang berada di neraka.". Dan beliau Nabi SAW menyebutnya di antara empat ciri perempuan yang berada di surga, ialah: 1. Perempuan / Wanita yang Waspada.

Jakarta, NU Online Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama LD PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin Gus Aab menyebutkan bahwa ada empat golongan atau orang-orang yang dirindukan oleh surga. Pertama, orang yang membaca Al-Qur’an. Dikatakan Gus Aab, kebanyakan umat Islam memperlakukan Al-Qur’an baru sekadar membacanya. Padahal Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk jika dibaca lafadznya dengan baik dan benar, serta dipahami makna dan diamalkan isinya. “Rasulullah menyebutkan, Al-Qur’an ini adalah hidangan dari Allah maka terimalah hidangan itu semampu kalian. Tegasnya, yang bisa membaca Al-Qur’an bacalah dengan baik dan benar, sesuai dengan kaidah tilawah,” ungkap Gus Aab dalam tayangan di TVNU, diakses NU Online, pada Kamis 21/4/2022. Ia lantas mengajak umat Islam agar tidak hanya berhenti pada membaca Al-Qur’an tetapi harus ada upaya mengkaji dan memahaminya. Setelah itu, umat Islam juga perlu untuk mengamalkan isi dan kandungan Al-Qur’an. “Karena hanya dengan cara itu, Al-Qur’an benar-benar bisa menjadi hidayah. Al-Qur’an juga bisa menjadi obat apabila kandungan maknanya telah memberikan solusi terhadap problematika kehidupan yang sedang dihadapi,” katanya. Meski begitu, orang yang hanya membaca Al-Qur’an pun sudah tergolong sebagai orang-orang yang dirindukan surga. Lebih-lebih jika umat Islam juga mampu memahami, mengkaji, dan mengamalkan Al-Qur’an. Kedua, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan adalah satu golongan yang akan dirindukan oleh surga. Namun, Gus Aab menegaskan bahwa puasa Ramadhan yang menjadikan pelakunya sebagai orang yang dirindukan oleh surga bukanlah puasa yang sekadar menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan dengan istri atau suami. “Tetapi puasa dengan makna yang lebih dalam, yaitu al-imsak anjami’il jawarih anidz-dzunubi wal atsam, menghindarkan seluruh anggota tubuh dari dosa dan kemaksiatan kepada Allah,” terangnya. Solidaritas sosial Puasa Ramadhan yang menahan lapar dan haus itu pun harus menumbuhkan kepekaan dan solidaritas sosial yang tinggi. Kemudian ditindaklanjuti dengan aksi-aksi sosial seperti berbagi dengan kaum dhuafa atau orang-orang yang dalam keadaan kurang baik. Ketiga, orang yang memberi makan kepada orang-orang yang lapar. Namun yang dimaksud bukan hanya soal memberikan makan. Lebih jauh, hal ini bisa dimaknai sebagai upaya melakukan kepekaan sosial untuk berbagi dengan orang lain dan berkenan menyelesaikan problematika yang sedang dihadapi. “Kalau yang mereka butuhkan makan, maka berikan makan agar mereka tidak kelaparan. Tapi kalau yang mereka butuhkan sandang dan papan, tentu ini juga harus kita aktualisasikan. Tidak hanya memberikan makan kepada orang yang lapar, tetapi memberikan pakaian kepada orang yang telanjang dan memberikan tempat tinggal kepada orang-orang yang tunawisma,” ajaknya. Keempat, orang yang menjaga lisan. Gus Aab menjelaskan bahwa lisan memiliki bentuk yang kecil tetapi dapat berakibat yang luar biasa. Lisan yang tidak terjaga bisa menjadikan masyarakat atau umat yang berada pada ketenangan bisa menjadi porak-poranda, karena menebarkan fitnah sehingga dapat menimbulkan pertikaian bahkan peperangan. “Lisan yang tidak terkontrol, bisa membinasakan ribuan bahkan jutaan umat manusia, menghancurkan kehidupan dan merusak peradaban. Betapa pentingnya menjaga lisan agar tidak menimbulkan kerusakan dalam kehidupan keumatan,” tegasnya. Ia mengutip hadits Nabi Muhammad yang mengatakan bahwa barangsiapa yang beriman kepada Allah maka hendaklah berkata yang baik atau diam. Lebih lanjut, Gus Aab mengutip ungkapan Imam al-Ghazali yang menganalogikan manusia seperti botol. Apabila botol tersebut berisi air maka saat dituangkan akan keluar air. Begitu pula jika di dalamnya berisi kopi, maka yang keluar adalah kopi. Tetapi manakala botol tersebut berisi air maka ketika dituangkan akan keluar air comberan. “Dari situlah hati-hati dengan lisan. Karena pepatah mengatakan, perkataan seseorang adalah gambaran dari apa yang ada dalam hatinya, karena lisan hanya dijadikan pertanda untuk menunjukkan jati dirinya. Mudah-mudahan kita semua tergolong dari empat golongan yang selalu dirindukan oleh surganya Allah,” pungkas Gus Aab. Kunci utama pintu surga Dalam sebuah artikel yang pernah diterbitkan NU Online, disebutkan bahwa terdapat tiga hal yang menjadi kunci utama pintu surga. Pertama, bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Hal ini menjadi dasar pertama yang menentukan seseorang bisa masuk ke dalam surga. Tanpa amal batiniah yang disebut tauhid ini semua amal kebaikan manusia tidak ada artinya dalam kaitannya dengan keselamatan di akhirat. Seseorang tidak akan masuk surga karena hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang bersaksi dengan sepenuh keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan satu-satunya. Jadi iman tauhid merupakan fondasi dari semua amal manusia. Kedua, menegakkan shalat. Shalat memiliki pengaruh kuat terhadap amal-amal seseorang di luar shalat. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amal lainnya. Artinya jika shalat dikerjakan dengan baik sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum dan adab yang berlaku, tentulah shalatnya akan diterima oleh Allah. Jika shalatnya buruk, maka seluruh amal lainnya juga buruk. Artinya jika seseorang selalu berperilaku buruk dalam kehidupan sehari-harinya bisa jadi karena shalatnya memang buruk. Kemungkinan lain, seseorang sudah menjalankan shalat tetapi cara melaksanakannya tidak sesuai dengan syarat, rukun, dan adab yang berlaku sehingga shalatnya tidak berpengaruh positif terhadap perilakunya. Adab-adab shalat antara lain adalah tidak menunda-nunda, ikhlas, selalu ingat Allah dan penuh penghayatan atau khusyuk. Ketiga, mencintai fakir miskin. Hal ini menjadi kunci utama masuk surga karena mewakili ibadah sosial dalam ranah akhlak. Al-Qur’an dalam Surat Al-Ma’un ayat 1-3 menyebut orang-orang yang tidak peduli terhadap anak yatim dan fakir-miskin sebagai para pendusta agama. Pewarta Aru Lego Triono Editor Musthofa Asrori
Sekitar1378 hadits. Sifat surga Sunan Ibnu Majah Kitab Zuhud. bersabda: "Al Kautsar adalah sungai di dalam surga, kedua tepinya terbuat dari emas, alirannya terbuat dari yakut dan mutiara, tanahnya adalah misik yang paling. Sifat surga Sunan Ibnu Majah Kitab Zuhud. wasallam bersabda: "Barangsiapa meminta surga kepada Allah sebanyak tiga kali, maka surga akan berkata; "Ya Allah, masukkanlah ia
– Masuk ke dalam golongan yang dirindukan surga tentunya menjadi impian bagi setiap Muslim. Di bulan Ramadan ini, ternyata kita memiliki kesempatan yang sangat besar untuk masuk ke dalam golongan tersebut. Baca Juga Lima Golongan yang Akan Masuk Surga Dalam sebuah hadis diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad bersada Aljannatu Musytaqotun Ila Arba’ati Nafarin, Taalil Qur’an, Wa Haafidzii lisan, Wa Muth’mimul Jii’an Wa Shooimiina Fi Syahri Romadhon. Artinya Surga itu merindukan empat golongan manusia, yaitu orang yang gemar membaca Al-Qur’an, orang yang memelihara lisan dari ucapan keji dan mungkar, orang yang memberi makan kepada orang yang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa di bulan ramadan. HR. Abu Dawud dan Tirmidzi 1. Orang yang senang membaca Al-Qur’an Seperti diketahui, bulan Ramadan ini kita berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Al-Qur’an minimal sekali dalam sebulan. Hal tersebut menjadi sesuatu yang positif karena di bulan Ramadan ini, setiap bacaan kita dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. 2. Orang yang menjaga lisannya Membicarakan orang dan berkata buruk memang tidak membatalkan puasa. Namun, menghilangkan pahala puasa kita. Tentu saja hal tersebut menjadikan puasa kita sia-sia. Oleh sebab itu, pada bulan Ramadan ini, sudah seharusnya lisan kita lebih banyak digunakan untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, bershalawat, dan berdoa kepada Allah. Baca Juga Membawa Keluarga kepada Golongan yang Terbaik Memberi Makan 3. Memberi makan kepada orang yang kelaparan Ramadan menjadi momentum untuk memberi makan kepada orang yang kelaparan. Kita bisa menyediakan takjil untuk masjid-masjid atau membagikannya kepada orang yang lewat di jalan raya. Selain itu, kita juga bisa membuat beberapa kotak makanan untuk dibagikan kepada orang yang berbuka puasa. 4. Orang yang berpuasa di bulan Ramadan Di bulan Ramadan, kita diwajibkan untuk berpuasa. Oleh sebab itu, usahakan agar bisa berpuasa satu bulan penuh agar termasuk ke dalam golongan keempat ini. Jagalah kesehatan di bulan Ramadan agar ibadah kita lancar. Salah satu caranya adalah dengan tidak berlebih-lebihan saat berbuka. Selain berpuasa, isi siang hari kita dengan kegiatan yang bernilai ibadah. Sahabat Muslim, semoga kita semua termasuk ke dalam golongan yang dirindukan surga. Mari maksimalkan Ramadan ini dengan berpuasa, membaca Al-Qur’an, berbagi makanan, dan menjaga lisan kita. [Cms]
Surgayang Dirindukan. 17 June 2022 - 04:00 WIB. 0. ilustrasi Bau Surga. (WJtoday) Dari Abu Hurairah, dalam hadits tentang syafaat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dikatakan, Orang yang Pertama Kali Masuk Surga. Dari Annas bin Malik radiyallahu 'anhu, ia berkata bawa Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda : Home Hikmah Rabu, 10 Juni 2020 - 1611 WIBloading... Di dalam Masjid Nabawi Madinah terdapat taman surga Raudhah yang selalu menjadi tujuan para peziarah. Taman surga ini berada di dekat makam Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang mulia. Foto/Istimewa A A A Mendengar kata surga Al-Jannah tentu yang terbayang di benak kita adalah tempat yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan. Tidak ada sedih, duka, kesusahan, ketakutan apalagi permusuhan. Tak heran jika semua orang mendambakan jadi penghuni surga . Allah Ta'ala berfirman dalam satu Hadis Qudsi "Aku persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga dan tak pernah terbayang di benak siapa pun manusia". [Baca Juga Sahabat Bertanya Seperti Apakah Surga? Ini Kata Rasulullah SAW 1]Dalam Al-Qur'an , Allah juga berfirman فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ مَّاۤ اُخۡفِىَ لَهُمۡ مِّنۡ قُرَّةِ اَعۡيُنٍ‌ۚ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ"Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu bermacam-macam nikmat yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan". QS. As-Sajdah 17. Surga menjadi tempat tinggal orang-orang yang beriman kepada Allah Ta'ala dan mengerjakan kebajikan ketika hidup di dunia. Mereka yang menghabiskan waktunya beramal saleh ketika di dunia kelak akan dimasukkan ke dalam surga berkat rahmat Allah Ta'ala. [Baca Juga Amalan yang Menjauhkan Neraka dan Mendekatkan Surga]Dalam Kitab Raunaqul Majalis disebutkan ada empat golongan manusia yang dirindukan surga , yaitu 1. Taalil-Qur'ani orang yang senantiasa membaca Al-Qur'an .2. Wa haafizhul-Lisan orang yang memelihara lisannya.3. Wa muth'imul-ji'aan orang yang memberi makan orang kelaparan.4. Wa shoimiin fii syahri Romadhon orang yang berpuasa di bulan RamadhanDalam satu Hadis Sahih dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, NabiMuhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabdaمَن أنْفَقَ زَوْجَيْنِ مِن شيءٍ مِنَ الأشْياءِ في سَبيلِ اللَّهِ، دُعِيَ مِن أبْوابِ، – يَعْنِي الجَنَّةَ، – يا عَبْدَ اللَّهِ هذا خَيْرٌ، فمَن كانَ مِن أهْلِ الصَّلاةِ دُعِيَ مِن بابِ الصَّلاةِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الجِهادِ دُعِيَ مِن بابِ الجِهادِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِن بابِ الصَّدَقَةِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصِّيامِ دُعِيَ مِن بابِ الصِّيامِ، وبابِ الرَّيّانِ"Siapa yang berinfak sedikit saja untuk dua kendaraan di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga wahai hamba Allah ini adalah hasil kebaikanmu! Jika ia ahli salat, maka akan dipanggil dari babus shalah pintu salat, jika ia ahli jihad maka akan dipanggil dari babul jihad pintu jihad, jika ia ahli sedekah maka akan dipanggil dari babus shadaqah pintu sedekah, jika ia ahli puasa maka akan dipanggil dari pintu puasa atau babur rayyan pintu ar Rayyan". HR. Al-Bukhari, Muslim[ Baca Juga ]Wallahu Ta'ala A'lamrhs surga amalan amal saleh islam nasihat islami Artikel Terkini More 18 menit yang lalu 1 jam yang lalu 2 jam yang lalu 3 jam yang lalu 4 jam yang lalu 5 jam yang lalu
15Ciri-Ciri Wanita Penghuni Neraka dan Dalilnya. √ Islamic Base. Review by : Redaksi Dalamislam. Allah Ta'ala menjanjikan surga bagi hambanya yang beriman dan bertaqwa. Sedangkan untuk orang-orang yang berpaling dari agama akan memperoleh azab pedih di neraka. Hal ini berlaku untuk wanita ataupun laki-laki. Tak ada perbedaan.
- Simak materi ceramah kultum Ramadhan sekaligus teks khutbah subuh singkat untuk mengisi buku Ramadhan. Teks ceramah kultum Ramadhan dan kuliah subuh singkat yang akan diulas mengangkat tema tentang empat golongan orang yang dirindukan surga menurut hadits. Berikut contoh materi kuliah subuh dan ceramah kultum Ramadhan. Surga adalah impian setiap orang yang beriman kepada Allah SWT. Namun, tak semua orang dapat masuk ke dalam surga-Nya. Lalu, siapa saja orang-orang yang dirindukan surga? Berikut adalah empat golongan orang yang dirindukan surga menurut hadits. 1. Orang yang Membaca Al Quran Baca Juga Materi Ceramah Kultum dan Kuliah Subuh Singkat Tema Pelebur Dosa di Bulan Ramadhan Makna Imanan Wa Ihtisaban Orang yang membaca Al Quran adalah golongan pertama yang dirindukan surga. Mereka senantiasa membaca kalam Allah SWT dan memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Dalam setiap kesempatan yang ada, mereka akan membaca Al Quran. 2. Orang yang Menjaga Lisannya Golongan kedua yang dirindukan surga adalah orang yang selalu menjaga lisannya. Mereka tidak akan berkata-kata yang kotor, mencaci-maki, dan menghujat. Baca Juga Materi Kultum Subuh Singkat Lupa Membaca Niat Puasa Ramadhan, Bagaimana Hukumnya? Terkini
Adatiga hal sifat terpuji yang dikatakan oleh Husain bin Muhammad al Samarqandi tentang imam al Bukhari: 1. Beliau itu sedikit bicaranya. 2. Tidak tamak. 3.Tidak sibuk dengan urusan manusia, karena beliau disibukkan dengan ilmu. Bahkan setiap bulannya beliau mendapat 500 dirham, namun diinfakkan semuanya. Jf1Q.
  • c0j8w03j6x.pages.dev/344
  • c0j8w03j6x.pages.dev/325
  • c0j8w03j6x.pages.dev/411
  • c0j8w03j6x.pages.dev/399
  • c0j8w03j6x.pages.dev/159
  • c0j8w03j6x.pages.dev/122
  • c0j8w03j6x.pages.dev/358
  • c0j8w03j6x.pages.dev/450
  • hadits tentang orang yang dirindukan surga